Berbicara soal sistem ERP (Enterprise Resource Planning), berarti kita sedang bicara tentang sistem yang besar dan kompleks. Kompleksitas sistem ERP ini bukan hanya disebabkan oleh besarnya sistem tersebut dilihat dari luasnya fungsionalitas yang disediakan dan ragam teknologi yang dibutuhkan saja, tapi juga karena sistem ERP ini sangat berkaitan dan luas dengan proses bisnis perusahaan. Oleh karenanya maka Implementasi sistem ERP –baik sukses maupun gagal—memiliki dampak yang luas bagi keberjalanan bisnis perusahaan. Tersedianya paket-paket ERP “matang” yang sudah “berkeliling dunia” untuk mengkompilasi best practices dari berbagai industri kemudian datang menawarkan harapan. Bahwa dengan menggunakan produk ERP “matang” tersebut maka impian untuk mewujudkan sistem informasi yang mengintegrasikan pengelolaan proses bisnis perusahaan itu dapat lebih mudah diwujudkan.

Namun demikian faktor yang sangat menentukan berikutnya adalah pihak yang mengimplementasikan produk ERP tersebut di perusahaan. Atau biasa disebut dengan vendor implementer ERP. Oleh karena itu setelah melakukan pemilihan produk ERP pada tahap sebelumnya, pada tahap ini JIEP melakukan pemilihan vendor implementer ERP yang telah terpilih tersebut (dalam hal ini adalah produk Oracle ERP Cloud).

Kami, PT IVIT Konsulindo, telah sukses mendampingi JIEP dalam melakukan pemilihan vendor implementer ERP Oracle Cloud yang akan menerapkan produk ERP di JIEP pada tahap pertama ini. Dimana pada tahap pertama ini proses bisnis yang akan diimplementasikan sistem ERP padanya mencakup 2 (dua) proses bisnis yaitu proses bisnis “procure to pay” dan “order to cash”. Untuk menerapkan ERP pada kedua proses bisnis tersebut, dibutuhkan implementasi modul-modul sebagai berikut:

(1) Financials (General Ledger, Account Receivables, Account Payables, Fixed Asset, Cash Management)

(2) Procurement (Purchasing, Sourcing, Procurement Contract)

(3) Self Service Procurement

(4) Order Management

(5) Inventory Management