Pemanfaatan Teknologi Informasi bagi bisnis Bank sudah merupakan sebuah keharusan yang tak dapat dielakkan dengan berbagai nilai/manfaatnya. Seperti dua sisi mata uang, penggunaan teknologi informasi ini selain memberikan value, juga menghadirkan risiko-risiko bisnis dalam penerapannya.

Perlu disadari bahwa risiko-risiko tersebut tidak dapat dihilangkan sama sekali sehingga yang dapat dilakukan adalah pengelolaan risiko-risiko tersebut sehingga dampaknya tidak berakibat negatif pada Bank.

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor: 38/POJK.03/2016 tentang penerapan manajemen risiko dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum merupakan ketentuan yang mengatur penerapan manajemen risiko ini dalam penggunaan teknologi informasi oleh bank umum. Dengan adanya POJK ini maka diharapkan risiko yang mungkin terjadi sebagai akibat pengguanan teknologi informasi dapat dikelola dengan baik oleh Bank umum.

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) sebagai salah satu Bank umum berkomitmen sejauh mungkin tata kelola dan manajemen TI yang baik, termasuk diantaranya dengan menerapkan melaksanakan Peraturan OJK ini dengan sebaik-baiknya.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk itu adalah dengan menempatkan sumber daya manusia yang tepat dan kompeten yang mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan yang diembannya. Bank BTN perlu memastikan bahwa penempatan SDM nya memiliki kompetensi yang memadai terkait tata kelola dan manajemen risiko TI tersebut.

Oleh karena itu Kami bekerja-sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri  Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) membantu Bank BTN dalam melakukan asesmen terhadap sejumlah SDM dari divisi terkait Teknologi Informasi yaitu Divisi operasional TI (IT Operation Division) dan Divisi perencanaan dan pengembangan TI (IT Planning & Development Division) utamanya yang berkaitan dengan tata kelola dan manajemen TI. Hasil dari asesmen ini akan menjadi pertimbangan bagi karir dan pengembangan dari SDM terkait.[ivitc]